Skip to main content

Posts

New post 🌻

aku maunya apa?

Bahkan kemauanku saja aku tidak tau
Recent posts

Tidakkah kau rindukan aku?

 Ini hari ke tujuh aku berada di rumah. Liburan harusnya. Tapi entah kenapa sulit merasakan bahagia akhir-akhir ini. Kalau dipikir-pikir lagi, harusnya aku bisa bersenang-senang menikmati hari libur karna yaa, hari-hari kerja sungguh membuat pusing.  Pagi tadi mendung. Aku tidur sampai pukul satu. Liburan ku hanya tidur, menonton Drakor, makan mie instan, dan gojek-in Boba tentunya. Sebenarnya aku tidak suka, tapi entahlah sejak di rumah saja aku jadi begitu pemalas.  Pagi hingga sore aku lalui tanpa bicara dengan siapapun, tidak sepatah kata yang keluar dari mulutku. Biasanya kita telponan, ya? Malam harinya aku habiskan dengan marathon Drakor yang membuat emosi ku menjadi tidak stabil. Bahagia, kesal, dan sedih semuanya bergantian memenuhi perasaan ku. Begadang dengan Drakor saja akhirnya. Biasanya kita telponan lagi, kan? Kamu apa kabar disana? Sudah lupa aku ya?  Aku harap kamu masih membaca blog ku, karna aku hanya ingin kamu tau keadaan ku. Aku mau bilang aku b...

hidup lagi

sudah lama dan sudah banyak cerita yang aku bagikan. banyak tokoh yang sudah "singgah" di hidupku. semua hal yang sudah aku lalui nampak begitu rumit sekarang. aku rasa semuanya mendewasakan dan mengajarkanku bagaimana hidup ini sebenarnya.  tak banyak basa basi sekarang, aku hanya mengucapkan terimakasih untuk diriku atas segala yang sudah ia lewati selama ini. tahun ini ia berumur 20, meninggalkan teenage nya. ah rasanya baru kemarin aku jatuh cinta pada teman sekelasku saat masih kelas 1 smp, rasanya baru kemarin aku meninggalkan cinta, dan rasanya baru kemarin juga aku ditinggalkan cinta. sampai pada masa SMA aku menemukan dia yang awalnya kukira takkan ada rasa dengan nya dan kini malah menjadi tokoh utama di masa SMA ku.  sekarang aku senang karna sudah melewati hari-hari yang rumit itu. kini aku menemukan tenang-ku. banyak cara menjadi tenang di youtube dan google tapi tidak ada yang benar-benar membuat ku tenang, memang betul kata pidi baiq "patah hati itu tidak ...

Jatuh (juga) akhirnya

Halo, sudah lama tidak bercerita. Apa kabar? Aku belum baik.  Akhir-akhir ini kehidupanku rasanya berat. Entah karna kamu gaada atau karna yang lain aku juga ngga tau. Berat banget sumpah aku gakuat sebenarnya.  Menahan semua perasaan sesak di dada dan aku gatau harus numpahin gelas penuh ini kesiapa. Kamu gaada.  Ujung-ujungnya ya nangis. Rasanya udah bosan banget buat nangis, tapi ya mau gimana lagi kan?  Gimana ya cara biar aku bisa komunikasi lagi sama kamu? Sehabis itu kah perasaan mu ke aku? Sebenarnya aku salah apa sama kamu? Apa yang buat kamu jauh dari aku? Kurang ya aku???  Ini udah masuk tahun ke empat kita pisah. Kamu terlihat bahagia. Aku belum.  Pagi tadi aku jatuh dari motor, Sal. Buru-buru. Lutut kiri ku luka dan melebam, jari kaki juga kena. Aku nangis lagi, Sal. Semuanya udah numpuk. Sebenarnya ngga sakit sih, tapi kalau ingat yang lain-lain jadi sedih banget. Kehidupan cinta, pertemanan, bahkan keluarga, kayanya aku ngga dapat yang baik y...

Padahal aku tau bukan aku tempat pulangmu

 Awalnya kita biasa Berteman saja tidak lebih tidak kurang Waktu membawa kita bersama Terbiasa berdua Kita bukan siapa-siapa Ya, teman Kita dipertemukan oleh waktu Kini, waktu jugalah yang memisahkan kita Tunggu, terlalu cepat jika menyimpulkan begitu Ini bukan salah waktu Hanya aku yang menyalahkannya karena telah memisahkan kamu dengan aku Bukan salah waktu, harap ku saja yang terlalu tinggi untukmu Aku salah Mengira kamu juga merasakan apa yang kurasa Setiap hari berharap semoga kamu merindukan aku Maaf, ini salahku Padahal aku tau bukan aku tempat pulangmu  Strawberrypie-2020

rumah duka

Kita gak tau kapan ajal menjemput kita. Entah lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan kita. Ada yang masih didalam kandungan ibunya, ia langsung menuju surga tanpa sempat melihat dunia. Ada yang sedang dimasa remaja harus meregang nyawa, merelakan kehidupan yang belum sempurna ia rasakan. Ada juga yang masih sehat bugar diusia lanjut, masih bisa bercengkrama dengan anak cucu atau bahkan masih bisa bertemu cicit.  Mungkin benar, gak ada manusia yang tau kapan ajal akan menjemput dia. Siap  atau tidak, bersedia atau tidak, mau atau tidak.  Malam ini aku datang ke rumah temanku yang ayahnya baru saja meninggal sehabis ashar tadi. Sedih rasanya. Sedih melihat semua yang ada disana sangat terpukul. Sedih melihat temanku itu yang bahkan tidak sanggup mengatakan apapun, dia diam. Tapi aku yakin pasti sesak dadanya menahan tangis yang tidak ingin dia perlihatkan kepada teman-temannya. Aku gak terlalu dekat dengan dia tapi aku bisa merasakan apa yang sedang dia rasa. Kehilang...

bentar, lagi move on

Dulu aku pikir, kamu adalah orang yang tepat. Kamu itu ada setelah sekian lama aku sendiri, setelah hampir saja aku tidak mempercayai cinta lagi. Yaa walau banyak drama yang kita hadapi, tapi aku pernah seyakin itu sama kamu. Aku yakin kalau kamu itu memang udah ditakdirkan untuk aku. Gimana nggak berpikir begitu coba, kita sering salah paham dan endingnya kita baikan lagi kan? Endingnya kita ketawa lagi kan?. Eh tapi itu dulu sih, sekitar beberapa minggu lalu sampai akhirnya sekarang benar-benar sudah tidak ada lagi 'apa kabar?' diantara kita.  Aneh yaa, aku pikir kisah cinta memang begitu, ada selisih paham dan lain-lain yang mungkin sangat sepele. Aduuuh, kok aku mikir kejauhan ya. Lupa kalau dari awal memang tidak ada kata 'kita'. Ah, kamu dan aku cuma dekat. Ya cuma. Nggak tau sih, ini kamunya yang takut mengutarakan atau aku aja yang kepedean. Ah anehh. Oh iya, temanku pernah bilang kok kalau katanya kamu memang mau serius sama aku. Duh lagi-lagi ini salah aku. N...

katamu kita tidak akan berpisah

Hei, kok bisa ya semuanya berubah begitu saja? Aneh ya. Kamu adalah orang yang aku kenal sejak lama. Namun sekarang kamu bukan kamuku lagi. Kamu bukan kamu yang aku kenal , dulu. Aku bingung harus apa, sayang. Maaf aku masih memanggil mu sayang, anggap saja yang terakhir kalinya. Katamu kita tidak akan berpisah. Tapi nyatanya... Kamu meninggalkan aku dengan tanpa. Tanpa rasa bersalah, tanpa sedih, dan tanpa rindu yang tersisa walau sedikitpun -tidak ada. Aku harusnya tidak percaya dengan kata-kata mu. Atau mungkin harusnya aku bisa memilih perkataan mu, memilih mana yang harus aku percaya dan yang harus aku abaikan saja. Harusnya kata-kata manis mu itu aku abaikan saja, ya? Harusnya aku tidak mudah percaya, ya? Ah banyak sekali kesalahan ku selama dengan mu. Tapi terimakasih ya, aku belajar banyak. Banyak sekali... Hei, sekarang kamu sudah benar-benar bebas lho. Aku sudah menerima kalau kita berpisah, walau belum lama sih. Oh ya, aku sekarang jadi terlalu pemilih (kata ...

selamat tinggal

Ini sudah cukup lama sejak kepergian mu. Aku mulai menyadari bahwa perpisahan dengan mu memang bukanlah yang ku inginkan. Aku juga menyadari bahwa bukan lagi aku bahagia mu. Aku tau. Tapi rela belum menghampiri ku. Melihat kamu dari sosial media ku masih saja menjadi favorit ku. Dan melihat fotomu dengan dia yang baru masih saja menjadi patah terfavorit ku. Aku rasa dengan berjalan nya waktu aku bisa melupakan mu. Tapi sayang, itu belum juga. Sebentar lagi SMA ku habis, namun belum kutemui seseorang yang menjadi bagian cerita ku. Ah sial, cerita ku masih saja kamu. Dari dulu tetap saja kamu. Kamu yang seharusnya mudah dilupakan. Kamu yang seharusnya mudah digantikan. Namun malah sebaliknya. Patah hatiku harusnya membuat ku mudah membencimu. Harusnya. Tapi ini tidak begitu. Hmm hidupku memang bukan cuma tentang cerita seseorang. Tapi siapa yang tidak mau punya cerita masa sekolah bukan. Sepertinya sekarang aku mau keluar dari lingkaran cerita tentang kamu, meski disana cuma ...

surat dari mu, terimakasih

Penggalan cerita ini dari dia, dia yang sempurna untukku. Aku tau dia tidak akan mengunjungi blog ini makanya aku mau menulis ini. Aku dan dia hanya berteman, tidak lebih, tidak akan lebih. Aku mengaguminya. Hanya itu. Mungkin kadang sempat ingin untuk memiliki tapi bersyukur keinginan itu bisa selalu terpatahkan. Entah sikap dia yang berubah atau dari pikiran ku sendiri. Salah seorang teman ku juga mengetahui perasaan ku padanya ini. Sempat juga dia "comblang"-in aku, tapi ya begitulah. Aku terlalu malu. Aku malu saja mengakui perasaan ini. Aku nggak mau dong kehilangan dia kalau dia tau bahwa aku menyimpan sedikit rasa padanya. Oh ya, dulu aku sering bersamanya. Senin-Minggu. Selalu bersama. Mungkin karna itu juga tumbuh sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan untuk ada. Sekarang entah harus sedih atau bahagia aku juga tidak tau. Sedih karna dia akan melanjutkan pendidikan ke selatan dan aku harus tinggal di Utara, atau juga bahagia karena aku tidak akan bertemu dengan dia...