Ini hari ke tujuh aku berada di rumah. Liburan harusnya. Tapi entah kenapa sulit merasakan bahagia akhir-akhir ini. Kalau dipikir-pikir lagi, harusnya aku bisa bersenang-senang menikmati hari libur karna yaa, hari-hari kerja sungguh membuat pusing.
Pagi tadi mendung. Aku tidur sampai pukul satu. Liburan ku hanya tidur, menonton Drakor, makan mie instan, dan gojek-in Boba tentunya. Sebenarnya aku tidak suka, tapi entahlah sejak di rumah saja aku jadi begitu pemalas.
Pagi hingga sore aku lalui tanpa bicara dengan siapapun, tidak sepatah kata yang keluar dari mulutku. Biasanya kita telponan, ya?
Malam harinya aku habiskan dengan marathon Drakor yang membuat emosi ku menjadi tidak stabil. Bahagia, kesal, dan sedih semuanya bergantian memenuhi perasaan ku. Begadang dengan Drakor saja akhirnya. Biasanya kita telponan lagi, kan?
Kamu apa kabar disana? Sudah lupa aku ya?
Aku harap kamu masih membaca blog ku, karna aku hanya ingin kamu tau keadaan ku. Aku mau bilang aku baik-baik saja walaupun tidak ada yang baik-baik saja setelah dipatahkan. Oh ya, waktu liburan ku masih panjang. Apa kamu tidak mau menemui aku? Sebentar saja pun tidak mau? Kamu tidak merindukan aku?
Kenapa mudah sekali bagimu? Kamu pakai rahasia apa? Atau, atau aku yang mudah dilupakan?
Ah, lagi-lagi aku memikirkan kamu. Pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya aku tau kamu pun tidak akan menjawabnya. Toh kamu pergi begitu saja, mana peduli dengan perasaan ku. Iya kan?. Aku sulit menerima kenyataan bahwa sebenarnya dari awal kamu anggap aku tempat singgah saja, tidak ada niatan menetap.
Yang mencintai di kisah ini hanya aku, kamu tidak.
Rumit sungguh tapi aku bisa apa, perasaan ini tumbuh walau tidak kamu beri pupuk bahkan memberinya air saja tidak. Ia tumbuh liar dan kini merambat lebat menutupi hati dan pikiran ku.
Comments
Post a Comment