Dulu aku pikir, kamu adalah orang yang tepat. Kamu itu ada setelah sekian lama aku sendiri, setelah hampir saja aku tidak mempercayai cinta lagi. Yaa walau banyak drama yang kita hadapi, tapi aku pernah seyakin itu sama kamu. Aku yakin kalau kamu itu memang udah ditakdirkan untuk aku. Gimana nggak berpikir begitu coba, kita sering salah paham dan endingnya kita baikan lagi kan? Endingnya kita ketawa lagi kan?. Eh tapi itu dulu sih, sekitar beberapa minggu lalu sampai akhirnya sekarang benar-benar sudah tidak ada lagi 'apa kabar?' diantara kita.
Aneh yaa, aku pikir kisah cinta memang begitu, ada selisih paham dan lain-lain yang mungkin sangat sepele. Aduuuh, kok aku mikir kejauhan ya. Lupa kalau dari awal memang tidak ada kata 'kita'. Ah, kamu dan aku cuma dekat. Ya cuma. Nggak tau sih, ini kamunya yang takut mengutarakan atau aku aja yang kepedean. Ah anehh. Oh iya, temanku pernah bilang kok kalau katanya kamu memang mau serius sama aku. Duh lagi-lagi ini salah aku. Ngapain juga aku percaya, toh kamunya juga nggak pernah bilang gitu, kan? Aku tuh rasanya kaya terikat padahal sama sekali tidak. Kamu dan aku nggak ada hubungan apa-apa juga, atau mungkin hampir?. Aku juga heran kenapa aku mau menjaga perasaan kamu? Kenapa ya kenapaa? Hal yang seharusnya nggak bikin aku menjauh dari teman lelakiku yang lainnya. Toh kamu juga nggak berharap dengan ku bukan? Kalau benar iya, masa iya kamu takut mengutarakannya dan lebih memilih untuk membiarkan aku jatuh cinta sendiri? Kamu anehh tapi aku suka.
Oh iya, aku mau move on aja soalnya kan sekarang kamu juga udah berhenti. Aku nggak mau lagi ah mikir kalau kamu itu manusia yang cocok yang emang dikirim untuk menyeimbangkan aku yang hyper ini. Kamu tenang aku suka tapi sekarang nggak boleh suka-sukaan lagi. Move on. Aku nggak perlu menjaga perasaan kamu, harusnya dari awal aku itu memerhatikan perasaan diriku sendiri ya? Soalnya kalau aku sakit, yang kasian itu diriku sendiri. Nggak ada yang lebih peduli pada diriku selain aku. Aku maunya mencintai diriku dulu, soalnya udah lama banget waktuku habis untuk mencintai kamu. Sebentar ya, mau move on dulu. Jangan ditunggu, aku nggak akan balik soalnya, hehe.
x

Comments
Post a Comment