"hai, apa kabar, Han?" Apa-apaan ini. Apa dia sudah gila? Apa yang sedang dia rencanakan sebenarnya?! Aku nggak boleh balas pesan murahan ini. Nggak. Aku harus kuat. Enak aja datang seenak jidat sendiri. Pesan yang baru ku terima pagi itu membuat ku kembali flashback . Ah pagi ku kacau. Mudah banget dia merusak suasana hatiku yang sebenarnya juga sudah rusak sebelumnya. Semua kenangan yang udah aku coba kubur dalam-dalam kini malah mengapung kembali. Mengudara lagi. Mengotori langit cerahku. "Apa semudah ini baginya? Apa dia nggak tau kalau aku perlu berminggu-minggu untuk mengikhlaskan kepergiannya?" Pagi itu aku tetap datang ke kampus meski pikiranku kacau karena sapa hangatnya yang telah ku baca. Lemah sekali aku rasanya jika dihadapkan dengan Fadil lagi. Dihadapkan dengan harapan yang mengecewakan. "Pagi Hanaa. Kok belakangan ini datang sendiri mulu? Pangeran kamu mana?" "Pagi Vi, hahaha yuk masuk kelas" ...
buku virtual-ku 🌻