Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Hana&Fadil

Kamu bosan? Aku nggak (3)

"hai, apa kabar, Han?" Apa-apaan ini. Apa dia sudah gila? Apa yang sedang dia rencanakan sebenarnya?! Aku nggak boleh balas pesan murahan ini. Nggak. Aku harus kuat. Enak aja datang seenak jidat sendiri. Pesan yang baru ku terima pagi itu membuat ku kembali flashback . Ah pagi ku kacau. Mudah banget dia merusak suasana hatiku yang sebenarnya juga sudah rusak sebelumnya. Semua kenangan yang udah aku coba kubur dalam-dalam kini malah mengapung kembali. Mengudara lagi. Mengotori langit cerahku. "Apa semudah ini baginya? Apa dia nggak tau kalau aku perlu berminggu-minggu untuk mengikhlaskan kepergiannya?" Pagi itu aku tetap datang ke kampus meski pikiranku kacau karena sapa hangatnya yang telah ku baca. Lemah sekali aku rasanya jika dihadapkan dengan Fadil lagi. Dihadapkan dengan harapan yang mengecewakan. "Pagi Hanaa. Kok belakangan ini datang sendiri mulu? Pangeran kamu mana?" "Pagi Vi, hahaha yuk masuk kelas" ...

Kamu bosan? Aku nggak (2)

Hari ini sangat melelahkan. Aku lagi sibuk menanam ulang tanaman-tanaman succulent ku yang tampak sudah tak terawat. Biasanya aku senang sekali dengan succulent ini tapi kini entah kenapa aku rasa nggak begitu senang dengannya. Nggak ada lagi hal yang menarik bagiku tapi meski begitu untungnya hatiku baik-baik saja.  Seminggu sudah aku lewati tanpa Fadil. Kayanya gapapa deh. Sejauh ini aku masih hidup dan hidupku tetap berjalan normal nggak seperti yang aku bayangin kemarin.  Aku pikir setelah pertemuan terakhir itu, akan berakhir pula seluruh isi bumi untuk ku. Tapi ternyata tidak. Sama sekali tidak. Lupain dia gampang, tapi lagi-lagi tidak dengan memori nya. Memang awalnya terasa berat banget buat lupain semua kebiasaan-kebiasaan manis dari hal-hal kecil yang dulu aku rasa itu tidak akan berakhir namun sebaliknya malah hal itu yang kini berakhir lebih dulu.  "Kenapa bisa gini ya? Sedih juga kalau dipikir-pikir." Tapi balik lagi, sekarang semua udah terja...

Kamu bosan? Aku nggak (1)

"aku capek" Kata itu keluar dari mulut kecilnya yang sontak membuatku berhenti berjalan dan terdiam sejenak. Aku bingung dengan pernyataannya. Rasanya seperti dihantam badai besar. Tubuhku lemas membayangkan kata perpisahan darinya. Ah pikiran ku terlalu jauh. Hari ini adalah hari pertama kami bertemu kembali setelah semalam kami bertengkar di depan kedai kopi langganannya. Aku bingung. Apakah dia capek karena sudah berjalan menyusuri tepi pantai cukup jauh atau dia capek dengan hubungan ini. "apalagi salahku sampai dia bisa berbicara seperti itu? apalagi? semalam aku sudah mengalah dan bahkan aku yang meminta maaf terlebih dulu padahal aku tau aku nggak salah" Banyak pertanyaan berkumpul di kepalaku yang seolah ingin membunuhku. "kita duduk dulu yuk, sunset nya lagi bagus" Lagi-lagi aku menahannya. Aku nggak mau bertengkar dengannya saat ini. Aku harus tetap tenang menghadapi manusia yang sangat aneh ini. Aku nggak mau kehilangan dia. N...