Skip to main content

Jatuh (juga) akhirnya

Halo, sudah lama tidak bercerita. Apa kabar? Aku belum baik. 

Akhir-akhir ini kehidupanku rasanya berat. Entah karna kamu gaada atau karna yang lain aku juga ngga tau. Berat banget sumpah aku gakuat sebenarnya. 

Menahan semua perasaan sesak di dada dan aku gatau harus numpahin gelas penuh ini kesiapa. Kamu gaada. 

Ujung-ujungnya ya nangis. Rasanya udah bosan banget buat nangis, tapi ya mau gimana lagi kan? 

Gimana ya cara biar aku bisa komunikasi lagi sama kamu? Sehabis itu kah perasaan mu ke aku? Sebenarnya aku salah apa sama kamu? Apa yang buat kamu jauh dari aku? Kurang ya aku??? 

Ini udah masuk tahun ke empat kita pisah. Kamu terlihat bahagia. Aku belum. 

Pagi tadi aku jatuh dari motor, Sal. Buru-buru. Lutut kiri ku luka dan melebam, jari kaki juga kena. Aku nangis lagi, Sal. Semuanya udah numpuk. Sebenarnya ngga sakit sih, tapi kalau ingat yang lain-lain jadi sedih banget.

Kehidupan cinta, pertemanan, bahkan keluarga, kayanya aku ngga dapat yang baik ya. Tapi dulu aku bisa nerima semuanya karna ada kamu. Sekarang semuanya jadi makin rumit, percintaan ku kacau, pertemanan penuh kepalsuan, bahkan keluarga yang mau nya aku sempurna. Aku gabisa, Sal. 

Kamu kemana, Sal? Aku butuh kamu. Tolong😭

Comments

Popular posts 🌻

Kamu bosan? Aku nggak (1)

"aku capek" Kata itu keluar dari mulut kecilnya yang sontak membuatku berhenti berjalan dan terdiam sejenak. Aku bingung dengan pernyataannya. Rasanya seperti dihantam badai besar. Tubuhku lemas membayangkan kata perpisahan darinya. Ah pikiran ku terlalu jauh. Hari ini adalah hari pertama kami bertemu kembali setelah semalam kami bertengkar di depan kedai kopi langganannya. Aku bingung. Apakah dia capek karena sudah berjalan menyusuri tepi pantai cukup jauh atau dia capek dengan hubungan ini. "apalagi salahku sampai dia bisa berbicara seperti itu? apalagi? semalam aku sudah mengalah dan bahkan aku yang meminta maaf terlebih dulu padahal aku tau aku nggak salah" Banyak pertanyaan berkumpul di kepalaku yang seolah ingin membunuhku. "kita duduk dulu yuk, sunset nya lagi bagus" Lagi-lagi aku menahannya. Aku nggak mau bertengkar dengannya saat ini. Aku harus tetap tenang menghadapi manusia yang sangat aneh ini. Aku nggak mau kehilangan dia. N...

Beda

"Ayo cepat! Larii, hahahhaha" Bahagianya Zico yang meneriaki aku dari jauh. Terlihat dia begitu bahagia dan tentu saja aku juga sangat bahagia dengan laki-laki tinggi berambut gondrong ini. Aku senang dengan Zico meski kami nggak ada hubungan spesial. Aku selalu bersama Zico, entah kenapa akhir-akhir ini setiap kegiatan aku selalu bersamanya sampai-sampai banyak orang yang mengira kalau aku dan Zico berpacaran. Apa mereka nggak tau kalau itu nggak akan mungkin terjadi? Hal yang cukup mustahil dalam hubungan ini. "Udah ah, aku capek" "Baru 2 putaran udah capek, cemen kamu Fi" Begitulah Zico, suka banget ngeledek aku bahkan kadang suka kelewatan tapi kenapa ya aku nggak pernah marah kalau diledekin dia? Zico emang beda banget dari teman-temanku yang lain .  Setiap Sabtu sore aku selalu nemenin dia lari di gor pusat, Zico suka banget olahraga dan kayanya dia bisa semua cabang olahraga deh. Kadang dia bisa olahraga seharian, paginya...