Siang itu aku nggak kembali lagi ke kelas. Aku pulang. Kau mungkin tidak tau rasanya jadi aku atau aku harus jelaskan padamu? Ah aku juga nggak ngerti sebenarnya. Apalagi kamu, kamu nggak akan ngerti. Aku duduk di jendela kamar sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan setelah kejadian itu. Disini sepi dan sunyi tapi di kepalaku ramai dan berisik . Apa salahnya aku dekat dengan Roby? Aku hanya berteman dekat. Jika Ivan tidak membiarkan aku berteman dekat dengan laki-laki lain, apa maksudnya itu dia cemburu? Tapi apa harus cemburu dengan Roby yang juga temannya sendiri? Ivan berhasil banget membuat lamun ku kali ini begitu lama. Lalu jika Ivan cemburu berarti dia merasa kalau keberadaannya tergantikan dong ya? Gila. Dia cemburu karena aku dekat dengan temannya tapi apa dia nggak sadar bagaimana perasaan aku waktu dia jadian sama Hanifa? Ternyata sekali aneh akan tetap aneh. Aku dekat dengan Roby tapi ya hanya sebatas teman dekat saja, tidak ada rasa meski ak...
buku virtual-ku 🌻