Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Ivan&Salsa

Pernah (3)

Siang itu aku nggak kembali lagi ke kelas. Aku pulang. Kau mungkin tidak tau rasanya jadi aku atau aku harus jelaskan padamu? Ah aku juga nggak ngerti sebenarnya. Apalagi kamu, kamu nggak akan ngerti. Aku duduk di jendela kamar sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan setelah kejadian itu. Disini sepi dan sunyi tapi di kepalaku ramai dan berisik .  Apa salahnya aku dekat dengan Roby? Aku hanya berteman dekat. Jika Ivan tidak membiarkan aku berteman dekat dengan laki-laki lain, apa maksudnya itu dia cemburu? Tapi apa harus cemburu dengan Roby yang juga temannya sendiri? Ivan berhasil banget membuat lamun ku kali ini begitu lama. Lalu jika Ivan cemburu berarti dia merasa kalau keberadaannya tergantikan dong ya? Gila. Dia cemburu karena aku dekat dengan temannya tapi apa dia nggak sadar bagaimana perasaan aku waktu dia jadian sama Hanifa? Ternyata sekali aneh akan tetap aneh. Aku dekat dengan Roby tapi ya hanya sebatas teman dekat saja, tidak ada rasa meski ak...

Pernah (2)

Aku masih nggak tau apa maksud Ivan itu karena dia nggak menjawab pertanyaan terakhir ku. Pertanyaan yang kini harus aku duga-duga sendiri bagaimana jawabannya. Aku pulang dengan bekal pertanyaan yang tak kutemui jawabannya. Tapi apa boleh buat? Nggak seharusnya aku meminta jawaban itu dari Ivan, kan pertemanan ku dengan Ivan udah lama(?). Ku rebahkan tubuhku di atas kasur dan sejenak membiarkan pikiran ku melayang memikirkan hal yang tak seharusnya dipikirkan. Aku menangis menyadari semua ini. Menyadari bahwa memang Ivan nggak menyukai aku seperti bagaimana aku padanya. Malam itu aku mencoba dengan sungguh untuk berdamai dengan diriku, dengan perasaan Ivan yang bukan untukku. Akhirnya aku menerima peran Juliet yang Ivan tawarkan dan tampil didepan banyak orang sebagai sepasang kekasih yang begitu serasi namun memang benar, itu hanya di dalam drama. Sejak latihan sampai penampilan selesai aku nggak pernah membahas pertanyaan yang bersangkar di kepalaku yang ku harap Ivan ...

Pernah (1)

Halloo. Apa kabar semuanya?   Ivan datang dengan senyum yang merekah dibibirnya padahal dia tau dia udah telat. Nggak ada basa-basi lain, dia mengambil kursi dan asik aja langsung nimbrung dengan teman yang lain. Disapanya semua orang yang ada disana sampai-sampai pegawai cafe pun tak lepas dari sapaannya.  Datangnya Ivan menambah warna acara reuni SMA 48 kali ini. Terlihat dari sikapnya jelas terlihat bahwa Ivan adalah seorang yang humoris dan ramai. Nggak mungkin kan kalau anak pendiam mau nyapa semua orang di cafe bahkan orang lain yang nggak dia kenali. Oh ya, namaku Salsa, aku mau cerita sedikit nih tentang kisah zaman SMA ku. Ada hubungannya juga kok sama Ivan hahaha, tapi nggak mungkin kan aku langsung menceritakan bagaimana akhirnya? Lucu dong kalau setiap penulis langsung menceritakan akhir ceritanya setelah prolog? Tapi kisahku dengan Ivan nggak banyak-banyak juga sih, cuma cukuplah pelajaran yang aku dapat darinya. Dulu aku itu sasaran empuk kelakuan...