Kita gak tau kapan ajal menjemput kita. Entah lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan kita. Ada yang masih didalam kandungan ibunya, ia langsung menuju surga tanpa sempat melihat dunia. Ada yang sedang dimasa remaja harus meregang nyawa, merelakan kehidupan yang belum sempurna ia rasakan. Ada juga yang masih sehat bugar diusia lanjut, masih bisa bercengkrama dengan anak cucu atau bahkan masih bisa bertemu cicit.
Mungkin benar, gak ada manusia yang tau kapan ajal akan menjemput dia. Siap atau tidak, bersedia atau tidak, mau atau tidak.
Malam ini aku datang ke rumah temanku yang ayahnya baru saja meninggal sehabis ashar tadi. Sedih rasanya. Sedih melihat semua yang ada disana sangat terpukul. Sedih melihat temanku itu yang bahkan tidak sanggup mengatakan apapun, dia diam. Tapi aku yakin pasti sesak dadanya menahan tangis yang tidak ingin dia perlihatkan kepada teman-temannya.
Aku gak terlalu dekat dengan dia tapi aku bisa merasakan apa yang sedang dia rasa. Kehilangan cinta pertama. Kehilangan lelaki paling gagah dikeluarga. Kehilangan paling kehilangan bagi yang ditinggalkan. Rasanya seperti separuh nyawa itu hilang sebentar. Emosi yang bahkan tidak bisa dikontrol. Kelelahan yang bukan main. Bukan lelah badan tapi lelah batin.
Kita gak pernah kan mempersiapkan batin kita untuk merasakan kesedihan yang sebegitu sedihnya? Kita gak pernah kan bicara pada diri kita sendiri bahwa semua orang akan pergi meninggalkan kita dan mungkin saja gak akan bisa kembali? Iya. Kita gak pernah mempersiapkan itu. Semua datang tanpa kita minta, tanpa kita duga, dan saat itu terjadi, kita tidak bisa percaya. Apa benar dia meninggal? Apa benar Tuhan berani mencabut nyawa lelaki paling gagah itu? Kita gak pernah mendalami kalimat "Bahwa ajal akan datang tanpa permisi" kan?
Iya, kita semua pasti akan merasakan kehilangan itu. Atau bisa saja, kita yang meninggalkan. Semua yang terjadi itu sudah sesuai dengan rencana Tuhan. Tidak ada yang perlu kita sesali dan kita tangisi. Kita do'akan saja semoga mereka yang telah mendahului kita bisa tenang diSana. Karna do'a akan sampai sejauh apapun jaraknya.
Comments
Post a Comment