Skip to main content

rumah duka


Kita gak tau kapan ajal menjemput kita. Entah lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan kita. Ada yang masih didalam kandungan ibunya, ia langsung menuju surga tanpa sempat melihat dunia. Ada yang sedang dimasa remaja harus meregang nyawa, merelakan kehidupan yang belum sempurna ia rasakan. Ada juga yang masih sehat bugar diusia lanjut, masih bisa bercengkrama dengan anak cucu atau bahkan masih bisa bertemu cicit. 


Mungkin benar, gak ada manusia yang tau kapan ajal akan menjemput dia. Siap  atau tidak, bersedia atau tidak, mau atau tidak. 


Malam ini aku datang ke rumah temanku yang ayahnya baru saja meninggal sehabis ashar tadi. Sedih rasanya. Sedih melihat semua yang ada disana sangat terpukul. Sedih melihat temanku itu yang bahkan tidak sanggup mengatakan apapun, dia diam. Tapi aku yakin pasti sesak dadanya menahan tangis yang tidak ingin dia perlihatkan kepada teman-temannya.


Aku gak terlalu dekat dengan dia tapi aku bisa merasakan apa yang sedang dia rasa. Kehilangan cinta pertama. Kehilangan lelaki paling gagah dikeluarga. Kehilangan paling kehilangan bagi yang ditinggalkan. Rasanya seperti separuh nyawa itu hilang sebentar. Emosi yang bahkan tidak bisa dikontrol. Kelelahan yang bukan main. Bukan lelah badan tapi lelah batin.


Kita gak pernah kan mempersiapkan batin kita untuk merasakan kesedihan yang sebegitu sedihnya? Kita gak pernah kan bicara pada diri kita sendiri bahwa semua orang akan pergi meninggalkan kita dan mungkin saja gak akan bisa kembali? Iya. Kita gak pernah mempersiapkan itu. Semua datang tanpa kita minta, tanpa kita duga, dan saat itu terjadi, kita tidak bisa percaya. Apa benar dia meninggal? Apa benar Tuhan berani mencabut nyawa lelaki paling gagah itu? Kita gak pernah mendalami kalimat "Bahwa ajal akan datang tanpa permisi" kan? 


Iya, kita semua pasti akan merasakan kehilangan itu. Atau bisa saja, kita yang meninggalkan. Semua yang terjadi itu sudah sesuai dengan rencana Tuhan. Tidak ada yang perlu kita sesali dan kita tangisi. Kita do'akan saja semoga mereka yang telah mendahului kita bisa tenang diSana. Karna do'a akan sampai sejauh apapun jaraknya.

Comments

Popular posts 🌻

Kamu bosan? Aku nggak (1)

"aku capek" Kata itu keluar dari mulut kecilnya yang sontak membuatku berhenti berjalan dan terdiam sejenak. Aku bingung dengan pernyataannya. Rasanya seperti dihantam badai besar. Tubuhku lemas membayangkan kata perpisahan darinya. Ah pikiran ku terlalu jauh. Hari ini adalah hari pertama kami bertemu kembali setelah semalam kami bertengkar di depan kedai kopi langganannya. Aku bingung. Apakah dia capek karena sudah berjalan menyusuri tepi pantai cukup jauh atau dia capek dengan hubungan ini. "apalagi salahku sampai dia bisa berbicara seperti itu? apalagi? semalam aku sudah mengalah dan bahkan aku yang meminta maaf terlebih dulu padahal aku tau aku nggak salah" Banyak pertanyaan berkumpul di kepalaku yang seolah ingin membunuhku. "kita duduk dulu yuk, sunset nya lagi bagus" Lagi-lagi aku menahannya. Aku nggak mau bertengkar dengannya saat ini. Aku harus tetap tenang menghadapi manusia yang sangat aneh ini. Aku nggak mau kehilangan dia. N...

Beda

"Ayo cepat! Larii, hahahhaha" Bahagianya Zico yang meneriaki aku dari jauh. Terlihat dia begitu bahagia dan tentu saja aku juga sangat bahagia dengan laki-laki tinggi berambut gondrong ini. Aku senang dengan Zico meski kami nggak ada hubungan spesial. Aku selalu bersama Zico, entah kenapa akhir-akhir ini setiap kegiatan aku selalu bersamanya sampai-sampai banyak orang yang mengira kalau aku dan Zico berpacaran. Apa mereka nggak tau kalau itu nggak akan mungkin terjadi? Hal yang cukup mustahil dalam hubungan ini. "Udah ah, aku capek" "Baru 2 putaran udah capek, cemen kamu Fi" Begitulah Zico, suka banget ngeledek aku bahkan kadang suka kelewatan tapi kenapa ya aku nggak pernah marah kalau diledekin dia? Zico emang beda banget dari teman-temanku yang lain .  Setiap Sabtu sore aku selalu nemenin dia lari di gor pusat, Zico suka banget olahraga dan kayanya dia bisa semua cabang olahraga deh. Kadang dia bisa olahraga seharian, paginya...