Skip to main content

selamat tinggal

Ini sudah cukup lama sejak kepergian mu. Aku mulai menyadari bahwa perpisahan dengan mu memang bukanlah yang ku inginkan. Aku juga menyadari bahwa bukan lagi aku bahagia mu. Aku tau. Tapi rela belum menghampiri ku. Melihat kamu dari sosial media ku masih saja menjadi favorit ku. Dan melihat fotomu dengan dia yang baru masih saja menjadi patah terfavorit ku. Aku rasa dengan berjalan nya waktu aku bisa melupakan mu. Tapi sayang, itu belum juga. Sebentar lagi SMA ku habis, namun belum kutemui seseorang yang menjadi bagian cerita ku. Ah sial, cerita ku masih saja kamu. Dari dulu tetap saja kamu. Kamu yang seharusnya mudah dilupakan. Kamu yang seharusnya mudah digantikan. Namun malah sebaliknya. Patah hatiku harusnya membuat ku mudah membencimu. Harusnya. Tapi ini tidak begitu. Hmm hidupku memang bukan cuma tentang cerita seseorang. Tapi siapa yang tidak mau punya cerita masa sekolah bukan. Sepertinya sekarang aku mau keluar dari lingkaran cerita tentang kamu, meski disana cuma aku seorang. Yasudah aku pun akan meninggalkan lingkaran itu, sama seperti mu yang terlebih dahulu meninggalkan aku disana. Sendirian. Tidak ada yang harus ku sampaikan padamu. Aku hanya ingin berterimakasih pada diriku sendiri yang sudah hebat melewati semua ini. Dengan ini aku jadi mengerti siapa yang pantas untuk diberi hati. Selamat tinggal.



Dari aku, yang kini berdamai dengan semuanya

Comments

Popular posts 🌻

Kamu bosan? Aku nggak (1)

"aku capek" Kata itu keluar dari mulut kecilnya yang sontak membuatku berhenti berjalan dan terdiam sejenak. Aku bingung dengan pernyataannya. Rasanya seperti dihantam badai besar. Tubuhku lemas membayangkan kata perpisahan darinya. Ah pikiran ku terlalu jauh. Hari ini adalah hari pertama kami bertemu kembali setelah semalam kami bertengkar di depan kedai kopi langganannya. Aku bingung. Apakah dia capek karena sudah berjalan menyusuri tepi pantai cukup jauh atau dia capek dengan hubungan ini. "apalagi salahku sampai dia bisa berbicara seperti itu? apalagi? semalam aku sudah mengalah dan bahkan aku yang meminta maaf terlebih dulu padahal aku tau aku nggak salah" Banyak pertanyaan berkumpul di kepalaku yang seolah ingin membunuhku. "kita duduk dulu yuk, sunset nya lagi bagus" Lagi-lagi aku menahannya. Aku nggak mau bertengkar dengannya saat ini. Aku harus tetap tenang menghadapi manusia yang sangat aneh ini. Aku nggak mau kehilangan dia. N...

Beda

"Ayo cepat! Larii, hahahhaha" Bahagianya Zico yang meneriaki aku dari jauh. Terlihat dia begitu bahagia dan tentu saja aku juga sangat bahagia dengan laki-laki tinggi berambut gondrong ini. Aku senang dengan Zico meski kami nggak ada hubungan spesial. Aku selalu bersama Zico, entah kenapa akhir-akhir ini setiap kegiatan aku selalu bersamanya sampai-sampai banyak orang yang mengira kalau aku dan Zico berpacaran. Apa mereka nggak tau kalau itu nggak akan mungkin terjadi? Hal yang cukup mustahil dalam hubungan ini. "Udah ah, aku capek" "Baru 2 putaran udah capek, cemen kamu Fi" Begitulah Zico, suka banget ngeledek aku bahkan kadang suka kelewatan tapi kenapa ya aku nggak pernah marah kalau diledekin dia? Zico emang beda banget dari teman-temanku yang lain .  Setiap Sabtu sore aku selalu nemenin dia lari di gor pusat, Zico suka banget olahraga dan kayanya dia bisa semua cabang olahraga deh. Kadang dia bisa olahraga seharian, paginya...