Ini sudah cukup lama sejak kepergian mu. Aku mulai menyadari bahwa perpisahan dengan mu memang bukanlah yang ku inginkan. Aku juga menyadari bahwa bukan lagi aku bahagia mu. Aku tau. Tapi rela belum menghampiri ku. Melihat kamu dari sosial media ku masih saja menjadi favorit ku. Dan melihat fotomu dengan dia yang baru masih saja menjadi patah terfavorit ku. Aku rasa dengan berjalan nya waktu aku bisa melupakan mu. Tapi sayang, itu belum juga. Sebentar lagi SMA ku habis, namun belum kutemui seseorang yang menjadi bagian cerita ku. Ah sial, cerita ku masih saja kamu. Dari dulu tetap saja kamu. Kamu yang seharusnya mudah dilupakan. Kamu yang seharusnya mudah digantikan. Namun malah sebaliknya. Patah hatiku harusnya membuat ku mudah membencimu. Harusnya. Tapi ini tidak begitu. Hmm hidupku memang bukan cuma tentang cerita seseorang. Tapi siapa yang tidak mau punya cerita masa sekolah bukan. Sepertinya sekarang aku mau keluar dari lingkaran cerita tentang kamu, meski disana cuma aku seorang. Yasudah aku pun akan meninggalkan lingkaran itu, sama seperti mu yang terlebih dahulu meninggalkan aku disana. Sendirian. Tidak ada yang harus ku sampaikan padamu. Aku hanya ingin berterimakasih pada diriku sendiri yang sudah hebat melewati semua ini. Dengan ini aku jadi mengerti siapa yang pantas untuk diberi hati. Selamat tinggal.
Dari aku, yang kini berdamai dengan semuanya
Comments
Post a Comment