Skip to main content

surat dari mu, terimakasih

Penggalan cerita ini dari dia, dia yang sempurna untukku. Aku tau dia tidak akan mengunjungi blog ini makanya aku mau menulis ini. Aku dan dia hanya berteman, tidak lebih, tidak akan lebih. Aku mengaguminya. Hanya itu. Mungkin kadang sempat ingin untuk memiliki tapi bersyukur keinginan itu bisa selalu terpatahkan. Entah sikap dia yang berubah atau dari pikiran ku sendiri. Salah seorang teman ku juga mengetahui perasaan ku padanya ini. Sempat juga dia "comblang"-in aku, tapi ya begitulah. Aku terlalu malu. Aku malu saja mengakui perasaan ini. Aku nggak mau dong kehilangan dia kalau dia tau bahwa aku menyimpan sedikit rasa padanya. Oh ya, dulu aku sering bersamanya. Senin-Minggu. Selalu bersama. Mungkin karna itu juga tumbuh sesuatu yang sebenarnya tidak diinginkan untuk ada. Sekarang entah harus sedih atau bahagia aku juga tidak tau. Sedih karna dia akan melanjutkan pendidikan ke selatan dan aku harus tinggal di Utara, atau juga bahagia karena aku tidak akan bertemu dengan dia lagi. Ah aku tidak menyangka kenapa bisa aku begini padanya. Entah apa yang berbeda dengan dia. Hmm, Aku nggak mau cerita lebih banyak lagi karna mungkin tidak cukup kosa kataku untuk mengisahkan tentang ini. Ini sepenggal chat nya yang akan kubiar kan kamu membacanya...


25 April
"Kehidupan ini layaknya seperti roda, begitu cepat berputar tapi ntah kapan akan berhenti. Semenjak 3 tahun kita mengenal banyak orang, juga dengan berbagai karakter dan tujuan yang berbeda. Walaupun kamu hanya salah satu dari mereka tapi terimakasih banyak  karna aku belajar banyak dari sebuah pertemanan kecil ini. Kita mempunyai sebuah pilihan yaitu untuk menjadi dewasa atau sebaliknya, tentunya menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, karna untuk menyadarkan bahwa orang terdekat tidak akan selamanya berada disamping kita. Sekarang kita akan menempuh jalan yang kita pilih, kelak kita akan jarang bertemu dan saling tertawa, eiitss,,,, tentu saja bukan menertawakan orang lain melainkan menertawakan apa yang tidak ditertawakan orang lain. Kalau nanti ada waktu jangan lupa untuk melihat satu sama lain yaa. Dulu orang pernah mengatakan melihat bulan tundukan kepala, bak merindukan kampung halaman. Semoga kita semua menjadi apa yang kita kehendaki dan kita impikan dari awal. Dan ingat persahabatan sejati itu layaknya kesehatan, nilainya akan kita sadari setelah kita kehilangan"


Hey, I always happy as your friend or maybe your best friend. Thank you for the last 3 years that we spend together. I'm sorry because sometimes I feel like you're changed but you're right, people will leave our life. Thanks again, my beloved friend... See you on top

Comments

Popular posts 🌻

Kamu bosan? Aku nggak (1)

"aku capek" Kata itu keluar dari mulut kecilnya yang sontak membuatku berhenti berjalan dan terdiam sejenak. Aku bingung dengan pernyataannya. Rasanya seperti dihantam badai besar. Tubuhku lemas membayangkan kata perpisahan darinya. Ah pikiran ku terlalu jauh. Hari ini adalah hari pertama kami bertemu kembali setelah semalam kami bertengkar di depan kedai kopi langganannya. Aku bingung. Apakah dia capek karena sudah berjalan menyusuri tepi pantai cukup jauh atau dia capek dengan hubungan ini. "apalagi salahku sampai dia bisa berbicara seperti itu? apalagi? semalam aku sudah mengalah dan bahkan aku yang meminta maaf terlebih dulu padahal aku tau aku nggak salah" Banyak pertanyaan berkumpul di kepalaku yang seolah ingin membunuhku. "kita duduk dulu yuk, sunset nya lagi bagus" Lagi-lagi aku menahannya. Aku nggak mau bertengkar dengannya saat ini. Aku harus tetap tenang menghadapi manusia yang sangat aneh ini. Aku nggak mau kehilangan dia. N...

Beda

"Ayo cepat! Larii, hahahhaha" Bahagianya Zico yang meneriaki aku dari jauh. Terlihat dia begitu bahagia dan tentu saja aku juga sangat bahagia dengan laki-laki tinggi berambut gondrong ini. Aku senang dengan Zico meski kami nggak ada hubungan spesial. Aku selalu bersama Zico, entah kenapa akhir-akhir ini setiap kegiatan aku selalu bersamanya sampai-sampai banyak orang yang mengira kalau aku dan Zico berpacaran. Apa mereka nggak tau kalau itu nggak akan mungkin terjadi? Hal yang cukup mustahil dalam hubungan ini. "Udah ah, aku capek" "Baru 2 putaran udah capek, cemen kamu Fi" Begitulah Zico, suka banget ngeledek aku bahkan kadang suka kelewatan tapi kenapa ya aku nggak pernah marah kalau diledekin dia? Zico emang beda banget dari teman-temanku yang lain .  Setiap Sabtu sore aku selalu nemenin dia lari di gor pusat, Zico suka banget olahraga dan kayanya dia bisa semua cabang olahraga deh. Kadang dia bisa olahraga seharian, paginya...